Rokan Hulu, Sebagai wujud peningkatan sumber daya manusia dijenjang pendidikan SLTA di Rokan Hulu, Ns. Nurul Huda, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D. bersama tim kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk SIGMA (Siswa Siaga Gambut dan Mitigasi Bencana)berhasil mencuri perhatian para siswa.
Ns. Nurul Huda, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D. menjelaskan bahwa Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan SIGMA dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas siswa dalam menghadapi serta memitigasi berbagai risiko bencana yang dapat terjadi di lingkungan lahan basah.
“Pendekatan per group diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, diskusi, dan berbagi pengetahuan antarteman sebaya. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pembekalan mengenai beberapa materi utama terkait kesiapsiagaan dan mitigasi bencana”, Ns. Nurul Huda, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D.
Ns. Nurul Huda, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D. melanjutkan “Materi yang diberikan meliputi manajemen bencana, bencana banjir, bencana alam pada wilayah lahanbasah dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bantuan hidup dasar (BHD), serta penggunaan bidai sebagai salah satubentuk pertolongan pertama pada kondisi cedera tertentu,” terangnya.

Materi manajemen bencana memberikan pemahamandasar mengenai upaya menghadapi risiko bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga tindakan yang dapat dilakukan ketikaterjadi bencana. Selanjutnya, materi mengenai banjir serta bencana pada wilayah lahan basah dan karhutla diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap karakteristikrisiko bencana yang relevan dengan kondisi lingkungan di Provinsi Riau.
Ns. Nurul Huda, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D. menjelaskan bahwa selain pengetahuan mengenai mitigasi bencana, kegiatan SIGMA juga memberikan pembekalan keterampilan pertolongan pertama. Materi bantuan hidup dasar memperkenalkan langkah-langkah dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi kegawat daruratan, sedangkan materi bidai memberikan pemahaman mengenai prinsip dasari mobilisasi pada cedera yang membutuhkan pembatasan pergerakan.
“Pendekatan per group dalam kegiatan ini menempatkan siswa sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran. Interaksi antarsiswa diharapkan dapat membantu memperkuat pemahaman terhadap materi sekaligus mendorong terbentuknya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah,”jelas Ns. Nurul Huda, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D.

Pelaksanaan program SIGMA menjadi salah satu bentukedukasi kebencanaan yang mengintegrasikan pemahaman mengenai lingkungan lahan basah dengan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Melalui peningkatan kapasitas tersebut, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat mendukung kesiapsiagaan diri, teman sebaya, serta lingkungan sekolahdalam menghadapi potensi bencana.
Ns. Nurul Huda, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D. Berharap Kegiatan SIGMA (Siswa Siaga Gambut dan MitigasiBencana) di SMKN 1 Kepenuhan menjadi bagian dari upayamembangun kesadaran dan kesiapsiagaan generasi mudaterhadap risiko bencana, khususnya pada lingkungan yang memiliki karakteristik lahan basah dan gambut.





Komentar